Kamis, 17 September 2020

Kenali dan Hitung Zakat dengan Tepat

Cara Hitung Zakat

Zakat terdiri dari beberapa jenis misalnya zakat fitrah, zakar penghasilan, zakat mal atau juga disebut zakat perdagangan. Zakat perdagangan pada haikaktnya sama dengan perdagangan lain yaitu mensucikan harta seorang muslim. Seperti yang sudah kita ketahui didalam tuntunan kita, bahwa terdapat hak orang lain.

Zakat Wajib untuk Perdagangan yang Capai Nisabnya

Zakat Perdagangan juga disebut dengan zakat perniagaan. Zakat perdagangan merupakan zakat yang wajib di bayarkan dari harta dagang atau harga niaga. Harta dagang atau harga niaga adalah aset yang diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan. Dalil mengenai zakat perdagangan merujuk pada Surat Al-Baqarah ayat 267.

Zakat dikenakan untuk semua bentuk perniagaan yang diusahakan baik perorangan maupun perseroan. Zakat ini tidak hanya dikenakan apabila perdagangan menghasilkan keuntungan. Meskipun Anda mengalami kerugian, namun modal atau harta yang sudah mencapai nisab maka tetap wajib dizakatkan. Karena haul atau waktu perniagaan sudah mencapai 1 tahun.

Ketentuan harta perdagangan wajib zakat :

1. Usaha atau dagang sudah berjalan selama 1 tahun

2. Nisab zakat perdagangan yaitu senilai dengan emas 85 gram

3. Dibayarkan dalam bentuk uang maupun barang

4. Kadar yang dikeluarkan sebesar 2,5%

5. Dikenakan perdagangan baik individu maupun perseroan

Cara perhitungan zakat sendiri cukup mudah, asalkan dalam perhitungan Anda benar dan tepat. Perhitungan zakat dihitung dari aset lancar usaha dikurangi hutang berjangka pendek. Hutang berjangka pendek maksudnya hutang yang jatuh temponya hanya satu tahun atau kurang.

Jika dari perhitungan tersebut sudah mencapai satu nisab maka Anda wajib mengeluarkan zakat. Perhitungan zakat yaitu 2,5% x (aset lancar – hutang jangka pendek).

Contoh perhitungan zakat :

Pak Hasan mulai membuka toko dengan modal 200 juta di bulan Dzulhijjah 1442 H. Kemudian pada bulan Dzulhijjah 1443 H, maka wajib mengeluarkan zakat :

Nilai barang barang dagangan = Rp. 70.000.000

Uang yang ada = Rp. 30.000.000

Piutang = 20.000.000

Utang = 20.000.000 (jatuh tempo tahun 1443 H)

Perhitungan zakat :

= (70.000.000 + 30.000.000 + 20.000.000 – 20.0000.000) x 2,5%

= 100.000.000 x 2,5%

= Rp. 2.500.000

Berdasarkan perhitungan tersebut, Pak Hasan wajib membayar zakat mal atau perdagangannya sebesar Rp. 2.500.000. Sebaiknya pembayaran zakat dilakukan segera sebelum tutup buku.

Dalam menghitung zakat tentunya Anda membutuhkan buku catatan yang mencatat seluruh transaksi dari perdagangan baik barang masuk, modal dan lain-lain. Namun dalam perhitungan dan memastikan sedikit banyaknya harta yang dimiliki tentu terlalu sulit.

Nah, kini telah hadir aplikasi keren yang siap menjadi buku catatan sekaligus sebagai perhitungan akuntansi keuangan usaha Anda yaitu Bukukas. Dalam aplikasi ini pun juga sudah terdapat perhitungan zakat dimana Anda dapat menghitung dengan cepat dan mudah.



Jumat, 04 September 2020

5 Tips Merawat Print Masker Agar Awet dan Tidak Pudar


5 Tips Merawat Print Masker Agar Awet dan Tidak Pudar

Memasuki era new normal, masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan masker selama berktivitas di luar rumah. Dengan menggunakan masker kain, maka anda tidak harus selalu membeli masker baru, karena masker jenis ini bisa dicuci. Namun anda harus merawat dengan benar alat pelindung mulut yang terbuat dari kain tersebut, agar tetap bagus dan bermanfaat. Yuk simak beberapa tips merawat print masker kain agar tidak pudar dan tetap awet.

Cara Merawat Masker dengan Benar

1. Simpan di Tempat yang Bersih

Hal pertama yang perlu anda perhatikan jika ingin masker anda awet yaitu tempat penyimpanannya. Pasalnya masker yang sudah dicucui bersih pun bisa saja tertempel bakteri atau virus yang berbahaya karena salah dalam menyimpan. Simpan alat pelindung mulut di lemari pakaian yang bersih, sehingga terhindar dari debu dan juga kuman. Lipat bagian yang terkena mulut di dalam agar terlindungi. Saat anda bepergian pun, ada baiknya untuk membawa tempat masker.

2. Hindari Pencucian dengan Mesin

Untuk mencuci masker, sebaiknya hindari penggunaan dari mesin cuci. Hal ini berlaku untuk segala jenis masker, agar alat pelindung mulut tersebut tetap awet. Karena penggunaan dari mesin cuci dapat membuat print masker pudar, dan bahan menjadi melar akibat dari putaran mesin yang kencang. Oleh karena itu, lebih baik apabila anda mencucinya menggunakan tanga di ember. Jika terdapat noda seperti lipstick, anda dapat menggunakan sikat halus untuk membersihkannya.

3. Gunakan Deterjen

Seperti mencuci pakaian pada umumnya, anda juga dapat memanfaatkan deterjen untuk membersihkan masker. Penggunaan deterjen ini dilakukan agar kuman-kuman yang menempel hilang dan tidak tersangkut pada serat-serat kain. Selain itu, hal ini juga akan membuat alat pelindung mulut anda menjadi harum. Sehingga anda pun akan lebih nyaman saat menggunakannya kembali.

Walau pada umumnya semua deterjen sama. Namun sebaiknya gunakan detergen yang cair daripada yang bubuk untuk mencuci masker. Karena penggunaan deterjen bubuk dapat meninggalkan serbuk putih pada masker fullprint anda. Sehingga setelah dibilas pun serbuk tersebut bisa saja tetap tertinggal di sela-sela kain dan dapat terhirup. Maka sebaiknya hindari penggunaan deterjen bubuk untuk mencuci masker, dan beralih pada deterjen cair.

4. Jemur Hingga Kering

Cara menjemur masker juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Hal ini sebenarnya berlaku untuk semua jenis pakaian. Karena menjemurnya dengan kering dapat membunuh kuman yang menempel secara tuntas. Selain itu, hal tersebut juga dapat menghindarkan masker dari bau apek. Sebab, jika tidak dijemur hingga benar-benar kering, masker atau pakaian lainnya akan menjadi lembab serta menimbulkan bau yang tidak sedap.

5. Jangan Gunakan Setrika

Setelah anda mencuci dan mengeringkan masker dengan sempurna, maka jangan gunakan setrika sebelum menyimpannya. Pasalnya, panas dari setrika bisa membuat gambar dari masker fullprint anda menjadi melelah, dan dapat merobek bahan kain. Karena masker terbuat dari bahan yang halus, suhu panas yang tinggi pada setrika bisa membuat alat pelindung mulut tersebut tersobek karena menempel pada setrika. Maka sebaiknya anda hindari penggunaan setrika.

Itulah beberapa tips atau langkah-langkah yang dapat anda ikuti dalam merawat masker kain. Agar tidak boros dan terus membeli masker yang baru, maka sebaiknya anda menyimpan dan merawat dengan baik alat pelindung mulut yang sudah anda miliki. Jangan lupa untuk selalu menggunakannya kemana pun anda pergi saat ke luar rumah. Setelah penggunaan, cuci masker tersebut dengan bersih agar terhindar dari berbagai macam virus berbahaya.