Senin, 20 Mei 2019

Startup Financial Technology Bukan Bank tapi Merupakan Salah Satu Jenis Lembaga Keuangan


Startup Financial Technology Bukan Bank tapi Merupakan Salah Satu Jenis Lembaga Keuangan

Saat ini banyak sekali kita temui berbagai jenis lembaga keuangan. Tapi tahukah kamu, bahwa lembaga keuangan berbeda dengan Bank. Ini yang terkadang membuat kita terkecoh hingga selalu berpikir bahwa lembaga keuangan bisa melakukan berbagai kegiatan yang juga dilakukan oleh bank, seperti salah satunya adalah menyimpan uang. Jadi sebelum salah paham semakin melebar, sebaiknya kamu pahami dulu apakah sebetulnya lembaga keuangan itu dan mengetahui jenis-jenisnya.

Lembaga keuangan terbagi menjadi dua jenis, yaitu lembaga keuangan bank dan non bank. Lembaga-lembaga tersebut memang melakukan kegiatan pada bidang keuangan, namun fungsinya keduanya berbeda. Tapi intinya, kedua juga hanya sebagai pengumpul serta penyalur dana yang biasanya juga mampu memberikan layanan kredit hingga menjadi perantara bagi perusahaan yang membutuhkan modal.

Jika jenis-jenis lembaga keuangan Bank bisa terlihat dengan jelas saat kita melihat bangunan fisiknya. Lantas bagaimana dengan lembaga keuangan non Bank. Karena itu sebaiknya kamu kenali lebih jauh lagi, apa sajakah jenis lembaga keuangan non bank yang ada di negara ini. Karena lembaga ini juga ternyata cukup dekat dengan keseharian kita.

Berikut adalah beberapa contoh dari lembaga keuangan non Bank yang ada di Indonesia; Perusahaan asuransi, perusahaan gadai, perusahaan pembiayaan semisal leasing atau finance, kemudian ada juga perusahaan dana pensiun juga koperasi simpan pinjam, ada juga perusahaan efek, yang lebih diakrab dengan sebutan perusahaan sekuritas atau manajer investasi dan yang terakhir adalah Fintech Indonesia.

Dari kesemua jenis yang sudah disebutkan di atas, semuanya jelas punya tujuan dan fungsinya masing-masing. Lantas bagaimana dengan Fintech? Apa bedanya Fintech dengan lembaga keuangan lainnya. Ini yang menarik dan harus kamu ketahui lebih dalam lagi agar bisa membedakannya. Fintech merupakan singkatan dari financial dan technology, yang merupakan invovasi terkini dalam jasa keuangan.

Fintech Indonesia memang baru booming beberapa tahun belakangan ini, bisnisnya merupakan perpaduan jasa keuangan dengan teknologi. Lembaga keuangan ini juga muncul, karena terpicu oleh perubahan gaya hidup manusia zaman sekarang yang membuat semuanya harus lebih cepat dan mudah. Dan kehadiran fintech berhasil melengkapinya, di mana proses transaksi keuangan, semuanya menjadi jauh lebih mudah. Bahkan prosesnya tidak terhalang jarak dan waktu, hingga membuat pelakunya tidak harus direpotkan untuk mendatangi lembaga tersebut.

Salah satu kegiatan Fintech Indonesia yang paling menonjol adalah memberikan pinjaman secara online. Proses aplikasi dari lembaga keuangan yang satu ini memang cenderung lebih cepat bila dibandingkan dengan Bank. Namun ternyata tidak hanya itu, karena sebetulnya masih ada beberapa jenis dari fintechyang juga harus kamu ketahui, yaitu Peer-to-peer lending dan crowdfunding. Market Aggregator, Manajemen Risiko dan Investasi juga Payment, Clearing, dan Settlement.

Jasa keuangan ini memang memiliki dampak yang cukup positif, selain bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi, fintech Indonesia juga turut andil dalam program pemerintah yaitu SKNI atau Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Di mana tujuan utamanya, untuk memenuhi kebutuhan manusia akan proses keuangan yang cepat hingga bisnis bisa terus berjalan tanpa harus menunggu.

Namun apakah semua jenis fintech yang ada di negara ini memiliki legalitas hukumnya. Ini juga yang harus menjadi pertimbangan, saat kamu akan menggunakan jasanya. Jangan sampai salah memilih fintech hingga akhirnya menyulitkan kamu sendiri.

Nah, itu dia sekilas tentang fintech Indonesia yang harus kamu pahami, sebelum memutuskan akan melakukan transaksi keuangan dengan pihak mana. Dan karena banyaknya jenis fintech yang menjamur, sebaiknya kamu juga mencari tahu dulu, fintech mana yang sudah legal dan terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

0 komentar:

Posting Komentar