Senin, 27 Mei 2019

Menaksir Harga Kubah Masjid

Menaksir Harga Kubah Masjid

Harga kubah masjid memang tidak bisa dibilang murah untuk kalangan bawah. Tetapi harga yang ditawarkan tentu sebanding dengan bahan kubah yang digunakan serta bagaimana kualitas kubah tersebut. Tambahan, dimensi kubah juga sangat berpengaruh pada harga kubah. Hal ini terkait dengan berapa banyak bahan yang digunakan untuk membuat kubah tersebut.

Bahan Kubah Masjid

Salah satu bahan yang digunakan untuk kubah masjid adalah enamel. Sebelumnya, bahan kubah masjid lebih sering menggunakan bahan konstruksi beton seperti halnya bangunan masjid itu sendiri. Tetapi, lama kelamaan semakin banyak jenis bahan kubah yang bisa digunakan, termasuk enamel.

Jika Anda sering melihat bahan kubah yang digunakan pada musala kecil, Anda akan melihat warna perak di sana. Kubah tersebut terbuat dari steinless. Hanya saja, untuk ukuran masjid, kubah steinless cenderung kurang diminati. Lebih-lebih, kubah masjid cenderung menjadi ikon yang harus memiliki warna cerah.

Dibuatlah kemudian kubah masjid dengan bahan GRC, Galvalum, atau enamel. Tiga bahan itu menjadi bahan-bahan favorit untuk membuat kubah masjid. Bahan GRC memiliki keunggulan karena bahan tersebut ringan, jauh lebih ringan daripada beton. GRC juga tahan terhadap panas dan karat. Syarat semacam ini menjadi keharusan bahan konstruksi kubah. Sebab, kubah selalu terpapar panas dan hujan.

Bahan galvalum pun demikian halnya. Galvalum memiliki konstruksi yang lebih ringan. Tambahan pula, bahan ini mempunyai daya rekat yang baik ketika diaplikasikan. Hal ini yang menjadi bagian alasan mengapa galvalum menjadi salah satu primadona untuk membuat kubah.

Terakhir, adalah enamel. Enamel ini yang paling menjadi primadona. Bukan hanya karena bahan konstruksi ini ringan, tetapi juga karena enamel memiliki tingkat kecerahan warna yang baik dibanding dengan bahan lainnya. Ini mengapa harga kubah masjid enamel cenderung lebih mahal.

Merencanakan Dimensi Kubah dan Kebutuhan Bahan Konstruksi

Hal yang mungkin sulit dilakukan oleh orang awam adalah merencanakan seberapa kubah yang dibuat dan berapa kebutuhan bahan konstruksinya. Ini yang kemudian menjadi pertimbangan mengapa jasa arsitek dibutuhkan ketika membangun kubah masjid.

Arsitek cenderung lebih mengerti bagaimana rancang bangun sebuah konstruksi sekaligus menghitung biaya yang akan dihabiskan. Dengan bantuan arsitek pula, bentuk bangunan semacam apa bisa dibuat jika dana yang menjadi acuan utama.

Tentu aneh membangun kubah masjid ala kadar dengan membeli bahan tanpa memikirkan kebutuhan pastinya. Bukan hanya aneh, justru hal itu akan membuat dana yang dikeluarkan untuk membuat kubah akan menjadi lebih besar.

Bayangkan, jika bahan yang dibeli ternyata tidak cukup, maka Anda harus membeli lagi bahan tersebut. Membeli bahan berulang akan lebih menghabiskan biaya, lebih-lebih terkait dengan biaya kirim. Jika pun ongkos kirim gratis misalnya, tentu Anda harus bolak-balik melakukan transaksi. Dan transaksi yang berulang akan memberikan harga yang lebih mahal daripada Anda melakukan transaksi satu kali.

Jika bahan yang dibeli ternyata lebih, ini lebih konyol lagi. Sebab, bahan-bahan tersebut menjadi mubadzir. Mau diapakan, juga pasti Anda kebingungan. Dijual lagi pun, akan sulit rasanya mendapat harga yang baik.

Maka pilihan bijak membangun kubah masjid adalah dengan menyerahkannya pada kontraktor. Saat ini sudah banyak kontraktor kubah yang akan lebih meringankan pembuatan kubah masjid. Kontraktor biasanya juga menerima konsultasi. Konsultasi ini diperlukan untuk menentukan kebutuhan bahan konstruksi yang diperlukan.

Selain itu, biasanya kontraktor juga menfasilitasi desain kubah untuk mendapatkan hasil maksimal. Pengerjaannya pun juga dilaksanakan dengan tenaga berpengalaman. Menariknya, harga juga sudah ditentukan di awal. Sehingga, biaya pembuatan kubah sampai finish bisa diketahui dan dipersiapkan dengan matang.

Demikian. Semoga ulasan di atas menjadi pertimbangan untuk mendapat harga kubah masjid seefisien dan sebaik mungkin. Salam.

0 komentar:

Posting Komentar