Senin, 22 April 2019

Perkembangan Teknologi Internet

Perkembangan Teknologi Internet

Sejarah Perkembangan Internet

-          1957, Uni Sovyet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.

-          1958, Sebagai buntut dari “kekalahan” Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer.

-          1962, J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di manakomputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Di tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.

-          Awal 1960-an, Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata. Pertengahan 1960-an > ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan “Cooperative Networking of Time-sharing Computers”, dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.

-          1965, Istilah “Hypertext” dikeluarkan oleh Ted Nelson.

-          1968, Jaringan Tymnet dibuat.

-          1971, Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.

-          1972, Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai “Bapak Internet”.

-          1972-1974, Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.

-          1973, ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.

-          1974, Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel “A Protocol for Packet Network Interconnection”.

-          1974, Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.

-          1977, Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.

-          1978, Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).

-          1979, Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis. Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie. Awal 1980-an > Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia. Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung. Layanan BITNET (Because It’s Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP). CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.

-          1982, Istilah “Internet” pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut. Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut. Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.

-          1986, Diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS(Domain Name System)yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer.

Penamaan & Pengalamatan

IP Address

IP address merupakan sebuah angka 32-bit yang secara unik mengidentifikasi sebuah host (komputer atau device lain, misalnya printer atau router) pada suatu jaringan TCP/IP. Alamat IP pada umumnya dinyatakan dalam format desimal yang diberikan titik dengan empat angka yang dipisahkan oleh titik, misalnya 192.168.123.132.

IP address terbagi ke dalam lima kelas, yakni kelas A,B,C,D dan E. nilai oktet pertama pada IP address menentukan kelas dari sebuah alamat IP

IP address terdiri dari dua bagian, yakni:

a.    Network ID

Network ID merupakan identitas alamat dari sebuah jalur. Semua device yang terhubung pada jalur fisik yang sama harus memiliki network ID yang sama. Semua host pada jaringan fisik yang sama harus diberikan network ID yang sama agar bisa berkomunikasi satu sama lain. Jika router menghubungkan jaringan-jaringan Anda, maka network ID yang unik dibutuhkan bagi setiap koneksi area yang luas. Misalnya, dalam uraian di bawah ini. Jaringan 1 dan 2 mencerminkan dua jaringan yang di-routed. Jaringan 3 mencerminkan koneksi WAN di antara router-router. Jaringan 3 memerlukan sebuah ID jaringan sehingga interface di antara dua router itu dapat diberikan ID host yang unik.

b.    Host ID

Host ID merupakan identitas bagi host (workstation, server, interface router, dan device lain yang terhubung ke jaringan). Mekanisme pembagian network ID dan Host ID diatur oleh nilai Subnet Mask. Masing-masing kelas telah memiliki nilai default subnet mask kecuali kelas D dan E yang tidak memiliki subnet mask.

c.    Subnet Mask (netmasking)

Setiap jaringan TCP/IP memerlukan apa yang disebut subnet mask (netmasking). Pengaturan subnet mask tergantung dari class pada jaringan. Fungsi dari subnet mask adalah:

- Menentukan apakah jaringan yang kita bangun merupakan jaringan global atau lokal.
- Memisahkan antara alamat network dan alamat host.
- Menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan.

Domain

Tata cara penamaan suatu host dikenal dengan istilah Domain, yang digunakan untuk menentukan posisi hirarki host dari jaringan internet. Dibawah nama domain dalam hirarki ini dimungkinkan adanya nama subdomain.

Penentuan nomor IP Address dan nama domain tidak dapat dilakukan secara sembarang, permohonan harus diajukan kepada Internet Network Information Center (InterNIC). Badan ini merupakan badan pengelola pemakaian IP address dan nama domain.

Beberapa nama domain yang ada di Internet:

com, co           : digunakan untuk badan komersial.
Contoh : yahoo.com ; rcti.co.id

edu, ac           : digunakan untuk lembaga pendidikan
Contoh: ucla.edu ; gunadarma.ac.id

selain itu untuk mempermudah pengidentifikasian lokasi host internet ini, maka dibuat hirarki nama domain negara, seperti :

a.    id         : Indonesia
b.    au        : Australia
c.    sg         : Singapura
d.    uk        : United Kingdom

Pedoman IP address

Kendati tidak terdapat aturan bagaimana memberikan IP address, namun beberapa pedoman umum yang harus diikuti ketika memberikan host ID dan network ID agar valid :

Network ID tidak dapat berupa angka 127. ID ini disediakan untuk fungsi diagnostik dan fungsi loopback. Bit host ID dan bit network ID tidak dapat seluruhnya berbentuk 1. Jika semua bit diatur menjadi 1, maka alamat ditafsirkan sebagai suatu siaran, bukan host ID. Bit host ID dan bit network ID tidak dapat seluruhnya berbentuk 0. Bila semua bit diatur menjadi 0, maka alamat yang ditafsirkan bisa berarti “hanya jaringan ini.” Host ID harus unik bagi network ID lokal.

Network ID yang unik dibutuhkan bagi setiap jaringan dan koneksi area yang luas. Semua host TCP/IP, termasuk interface hingga router, memerlukan host ID yang unik. Host ID pada router itu adalah alamat IP yang dikonfigurasikan sebagai default gateway milik workstation.

Tipe-tipe IP address

a.    IP Public

IP Public merupakan alamat IP yang dipakai apabila jaringan terkoneksi ke internet. Pengaturan IP Public umumnya sudah ditentukan oleh internet service provider (ISP) dimana kita berlangganan. Jadi kita tidak perlu mengatur secara manual.

b.    IP Private

IP Private digunakan apabila jaringan hanya sebatas jaringan lokal saja (LAN atau Intranet). Tidak seperti IP Public, Pengaturan IP Private harus dilakukan secara manual. Cara pengaturan class dan nomor yang digunakan juga berbeda dengan IP Public.


World Wide Web / Web Browser

-          Merupakan sumber daya internet yang menyimpan berbagai macam informasi.

-          Dasar dari fasilitas web browser adalah site web (kumpulan dokumen) yang saling terhubung diseluruh dunia dalamformat HTML (Hypertex mask up language, teks yang memiliki hubungan denganteks yang lainnya).

-         Hubungan antar dokumen HTML tersebut dinamakan link (alat untukmenghubungkan satu file dalam satu kata).


-          Untuk dapat mengakses web browser diperlukan piranti lunak yang disebut dengan browser tool.

-          Ada dua piranti yang dikenal sebagai web browser, yaitu: Netscape navigator dan Internet explorer.


-          Untuk mentransfer dari www ke www lainnya, alur komunikasinya harus melalui protocol http (hypertex transfer protocol) atau alamat dari www / web browser yang disebut URL (uniform resources locator)


Sumber :
Nyayu Yuliantari

Jurnalistik/4/C

UIN SGD Bandung

0 komentar:

Posting Komentar